Ucapan Sayyidina Dalam Shalat.
Bagi orang yang sedang melaksanakan shalat, pada saat tasyahhud dan pada saat membaca
shalawat al-Ibrahimiah, dianjurkan agar mengucapkan Sayyidina sebelum menyebut nama Nabi
Muhammad Saw. Maka dalam shalawat Al Ibrahimiah itu kita ucapan lafaz Sayyidina. Karena
sunnah tidak hanya diambil dari perbuatan Rasulullah Saw, akan tetapi juga diambil dari ucapan
beliau. Penggunaan kata Sayyidina ditemukan dalam banyak hadits Nabi Muhammad Saw. Ibnu
Mas’ud memanggil beliau dalam bentuk shalawat, ia berkata, “Jika kamu bershalawat kepada
Rasulullah Saw, maka bershalawatlah dengan baik, karena kamu tidak mengetahui mungkin
shalawat itu diperlihatkan kepadanya”.
Mereka berkata kepada Ibnu Mas’ud, “Ajarkanlah kepada kami”.
Ibnu Mas’ud berkata, “Ucapkanlah:
ُ
“Ya Allah, jadikanlah shalawat, rahmat dan berkah-Mu untuk pemimpin para rasul, imam orang orang yang bertakwa, penutup para nabi, Nabi Muhammad SAW hamba dan rasul-Mu …”. (HR. Ibnu Majah)
Dalam kitab Ad-Durr al-Mukhtar disebutkan, ringkasannya, “Dianjurkan mengucapkan
lafaz Sayyidina, karena tambahan terhadap pemberitahuan yang sebenarnya adalah inti dari adab
dan sopan santun. Dengan demikian maka menggunakan Sayyidina lebih afdhal daripada tidak
menggunakannya. Disebutkan juga oleh Imam ar-Ramli asy-Syafi’i dalam kitab Syarhnya
terhadap kitab al-Minhaj karya Imam Nawawi, demikian juga disebutkan oleh para ulama
lainnya.
Memberikan tambahan kata Sayyidina adalah sopan santun dan tata krama kepada
Rasulullah SAW. Allah berfirman, “Maka orang-orang yang beriman kepadanya,
memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya
(al-Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (Qs. al-A’raf [7]: 157). Makna kata at Ta’zir adalah memuliakan dan mengagungkan289
.
Dengan demikian maka penetapannya berdasarkan Sunnah dan sesuai dengan isi
kandungan al-Qur’an. Sebagian ulama berpendapat bahwa adab dan sopan santun kepada
Rasulullah Saw itu lebih baik daripada melakukan suruhannya. Itu adalah argumentasi yang baik,
dalil-dalilnya berdasarkan hadits-hadits shahih yang terdapat dalam kitab Shahih al-Bukhari dan
Muslim, diantaranya adalah ucapan Rasulullah Saw kepada Imam Ali,
“Hapuslah kalimat, ‘Rasulul (utusan) Allah’.”
Imam Ali menjawab, “Tidak, demi Allah aku tidak akan menghapus engkau untuk selama lamanya Ini makna “Adab lebih utama dari mengikuti perintah”.
Ucapan Rasulullah SAW kepada Abu Bakar,
Apa yang mencegahmu untuk menetap ketika aku memerintahkanmu?”. Abu Bakar menjawab, “Ibnu Abi Quhafah tidak layak melaksanakan shalat di depan Rasulullah saw Abu Bakar lebih mengutamakan adab daripada mengikuti perintah.
Adapun hadits yang sering disebutkan banyak orang yang berbunyi,
“Janganlah kamu menggunakan kata Sayyidina pada namaku dalam shalat”. ini adalah hadits
maudhu’ dan dusta, tidak boleh dianggap sebagai hadits. Al-Hafizh as-Sakhawi berkata dalam
kitab al-Maqashid al-Hasanah, “Hadits ini tidak ada dasarnya”. Juga terdapat kesalahan bahasa



